Pencari Karir Pencari Kandidat

Ini Definisi dan Fungsi Stakeholder dalam Perusahaan

24 Maret 2021 20:03 2979 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

 

Stakeholder adalah semua pihak dalam masyarakat, termasuk individu atau kelompok yang memiliki kepentingan atau peran dalam suatu perusahaan atau organisasi yang saling berhubungan dan terikat. Menurut KBBI, stakeholder adalah pihak yang memiliki kepentingan atau pemangku kepentingan suatu perusahaan atau organisasi.

 

Dalam dunia kerja, sangat penting untuk mengenal siapa saja stakeholder yang akan berhubungan dengan Anda. Mengenal stakeholder adalah salah satu cara untuk bisa bekerja sama dengan baik dan selaras. 

 

Baca juga: Ciri-Ciri Bos Yang Ingin Memberikan Promosi Jabatan

 

Stakeholder adalah bagian dari perusahaan yang bisa menentukan arah dan kesuksesan suatu bisnis. Jika hubungan antar stakeholder baik, maka kemungkinan besar bisnis tersebut juga akan berjalan baik dan sukses.

 

Lantas apa fungsi stakeholder dalam perusahaan dan siapa saja yang disebut sebagai pemangku kepentingan tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

 

Peran dan Fungsi Stakeholder

 

Stakeholder memiliki fungsi yang berbeda-beda bergantung pada fungsinya masing-masing. 

 

Adapun beberapa peran stakeholder tersebut di antaranya adalah:

  1. Pemegang saham/pemilik: berperan sebagai pemilik modal yang menjalankan dan mengelola perusahaan. Terkadang perannya sebagai pemegang saham juga akan menjadikannya sebagai pengawas daripada kebijakan
  2. Karyawan/pegawai: adalah individu atau sekelompok orang yang menjalankan tugas yang diberikan oleh atasan untuk mencapai tujuan perusahaan
  3. Konsumen: Adalah individu atau kelompok yang membeli, menggunakan atau mengonsumsi produk yang dijual perusahaan
  4. Supplier/pemasok: Adalah individu atau kelompok yang menyediakan bahan baku atau keperluan produksi lainnya dari perusahaan
  5. Pemerintah: lembaga yang memiliki wewenang memberikan aturan, batasan dan perizinan bisnis yang dilakukan perusahaan
  6. Bank: Lembaga keuangan yang berperan sebagai pemberi modal kepada perusahaan
  7. Kompetitor/pesaing: adalah individu atau kelompok yang memiliki produk yang sama atau serupa dalam satu bidang industri

 

Sementara jika dilihat dari cangkupannya, stakeholder dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu internal stakeholder dan eksternal stakeholder.

 

Baca juga: Strategi Efektif Mengelola Karyawan Remote

 

Internal stakeholder termasuk:

  • Pemegang saham
  • Manajemen
  • Karyawan/staff
  • Keluarga karyawan/pegawai/staff

Eksternal stakeholder termasuk:

  • Konsumen
  • Distributor
  • Supplier atau pemasok
  • Lembaga keuangan
  • Kompetitor atau pesaing
  • Pers
  • Komunitas masyarakat
  • Pemerintah (pusat, daerah maupun internasional)

Hubungan di antara kedua jenis stakeholder tersebut haruslah berjalan dengan baik. Karena sinergi di antara keduanya bisa menentukan kesuksesan suatu pekerjaan atau bisnis.

 

Baca juga: Manfaat Program Pengembangan Karir Bagi Karyawan dan Perusahaan

 

Mengapa hubungan baik dengan stakeholder dibutuhkan?

Dalam dunia bisnis, tentu perusahaan tidak bisa bergerak dengan sendirinya. Semua perusahaan membutuhkan korelasi yang baik dari setiap stakeholder yang ada untuk bisa mencapai tujuan bersama. 

 

Bukan hanya hubungan antar stakeholder utama yang bisa membuat bisnis menjadi sukses. Namun, hubungan antara stakeholder pertama dengan stakeholder kedua dan pendukung juga harus berjalan baik. 

 

Baca juga: 5 Kiat Jitu Supaya Kamu Dapat Promosi Jabatan

 

Bayangkan jika Anda, sebagai seorang karyawan produksi tidak memiliki hubungan baik dengan pemasok bahan baku utama, tentu tidak akan ada hubungan yang terjalin sehingga proses produksi bisa terhambat dan merugikan perusahaan. Untuk itu, stakeholder adalah komponen bisnis utama yang dianggap begitu penting karena menjadi penggerak dari roda perusahaan.

 

Untuk mendapatkan informasi seputar HR dan dunia kerja lainnya klik di sini.



Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Cukup 5 Langkah, Kamu Akan Bisa Membangun Bisnis Startup Sukses

Cukup 5 Langkah, Kamu Akan Bisa Membangun Bisnis Startup Sukses

Saat ini, startup teknologi atau perusahaan rintisan buatan entrepreneur asal Indonesia makin dilirik oleh investor asing. Tingginya penetrasi internet masyarakat Indonesia, populasi yang besar, serta pertumbuhan perusahaan rintisan digital yang masif menjadi daya tarik tersendiri buat para pendiri bisnis dan pemodal luar negeri. Selain terasa menyenangkan, punya startup yang berhasil sukses bisa memberikan kepuasan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Usaha dan kerja keras kita dalam membangun bisnis selama ini, terbayar impas. Hanya saja, para investor itu tak akan serta-merta memberikan suntikan dana untuk startup tanpa mengecek kredibilitas bisnisnya terlebih dahulu. Karena itulah, punya rekam jejak perusahaan yang baik, merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh para entrepreneur. Agar tak keliru melangkah, yuk perhatikan kunci sukses membangun startup berikut. Mulai dari ide simpel Bingung mau membuat produk atau layanan apa yang cocok untuk dijual? Daripada pusing-pusing, kenapa tak coba untuk memulainya dari hobi kamu? Karena sebagai pebisnis, kita akan dituntut untuk bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Misalnya, kamu hobi bermain basket maka bisa dimulai dengan membuat sebuah situs online yang menjual jersey, sepatu dan berbagai aksesori lainnya yang biasa dipakai para atlet Bayangkan jika kamu membisniskan sesuatu yang tidak kamu suka? Oleh sebab itu, sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat dan bakat yang kamu miliki. Namun, tentu dengan tetap memerhatikan selera pasar dan peluang yang ada. Buat keunikan Keunikan ini diperlukan supaya bisnis yang kamu miliki dapat menawarkan sesuatu yang berbeda, yang selama ini belum pernah diberikan oleh para kompetitor kamu kepada pelanggannya. Kalau hanya sekedar menawarkan produk atau layanan yang sama, akibatnya kita perlu bersaing harga dengan para kompetitor. Tapi, kalau kita punya sesuatu yang berbeda yang tidak dimiliki para pesaing, orang-orang pasti akan memilih kita, berapapun harga produk atau layanan yang dipatok. Unik itu juga tidak melulu harus datang dari bentuk produknya. Tapi, unik juga bisa berasal dari kombinasi layanannya. Misalnya, kamu akan berbisnis paket perjalanan untuk mahasiswa. Selama ini para pesaing sudah membuat paket untuk tur keliling ke kampus-kampus di negara tujuan, nah kita bisa membuat paket jalan-jalan sambil belajar di masing-masing kampus, walaupun mungkin hanya beberapa jam saja. Oleh karena itu, kemasan dan deskripsi produk dan layanan itu sangat penting bagi pembeli, terlebih ketika kita memang menjalankan bisnis online. Jangan takut ketika tidak punya modal Modal merupakan faktor penting dalam memulai usaha sendiri. Modal bisa didapat dari tabungan sendiri, investor atau pinjaman bank. Namun, jika modal kita belum cukup tapi tetap tak ingin berhutang, kita bisa juga membuat startup yang lini bisnisnya tanpa modal besar, sehingga cukup menjadi reseller (pengecer) suatu produk atau layanan. Contohnya, apabila kita mau mendirikan sebuah situs online penjualan susu yang diantar ke rumah-rumah. Kamu bisa bekerjasama dengan sebuah perusahaan susu ternama, sehingga yang perlu kita lakukan tinggal mempromosikan produk tersebut di situs online milik kita. Selanjutnya, kita bisa menikmati komisi dari setiap penjualan produk tersebut. Sebagai tips, sekalipun sudah menangguk untung besar dari bisnis jangan terburu-buru untuk menikmati hasilnya dengan cara yang konsumtif. Cobalah untuk selalu berpikir tentang re-investasi bisnis, misalnya dengan memperluas usaha atau membuka cabang baru. Usaha yang legal itu lebih baik Jadikan usaha kamu sebagai usaha yang legal dan diakui secara hukum. Langkah awal tentukan struktur hukum, pilih nama untuk bisnis yang didirikan, setelah itu daftarkan nama ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual sebagai merek dagang resmi dan sah di mata hukum. Dengan begitu kamu akan bisa menuai keuntungan jangka panjang.  Selain kita bisa menjalankan bisnis dengan aman dan nyaman, pelanggan kita juga akan merasa lebih tenang jika membeli produk atau layanan dari bisnis yang sudah jelas legalitasnya, dibandingkan dengan membeli dari sebuah perusahaan tanpa izin usaha. Totalitas dalam membesarkan bisnis Saat berbisnis, kita tak bisa setengah-setengah. Pastikan kamu serius dan fokus untuk membangun bisnis ini. Artinya, kita harus benar-benar sepenuh hati terjun ke dalamnya secara konsisten dan tekun agar dapat menghadapi semua kendala yang mungkin muncul saat berbisnis. Berdasarkan cerita para entrepreneur sukes, membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, selalu ada hambatan serta risiko kegagalan yang bisa datang kapan saja. Karena itulah, tetaplah semangat dan positive thinking, selama kita menjalankan bisnis dengan cara yang baik tentu akan selalu ada solusi dari setiap masalah. Namun ketika setengah-setengah, usaha yang kita curahkan pun tak akan maksimal dalam mengembangkan usaha. Hasilnya, ketika menemui kegagalan kita akan mudah menyerah dan putus asa. Triknya, tak perlu gengsi untuk belajar dan mengamati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama. Dengan memperdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan, produk dan layanan yang dihasilkan pun bisa lebih inovatif.     Sumber : https://www.cekaja.com/info/cukup-5-langkah-kamu-akan-bisa-membangun-bisnis-startup-sukses/
5 Keuntungan Kerja di Perusahaan Startup

5 Keuntungan Kerja di Perusahaan Startup

Lulus kuliah atau sekolah pasti ingin cepat-cepat dapat pekerjaan ya Sahabat TopKarir, tapi pada kenyataannya mendapatkan pekerjaan nggak semudah itu. Banyak diantara kalian yang menginginkan langsung bekerja di perusahaan besar, dengan gaji dan tunjangan yang besar. Tetapi banyak hal yang harus kamu ketahui biasanya mereka memilih kandidat yang profesional dan juga sudah berpengalaman, ritme kerjanya pun sudah padat dan berat.   Belakangan ini terdapat fenomena baru di dunia Bisnis Indonesia, yaitu bermunculannya perusahaan startup. Apasih perusahaan startup itu? Perusaan startup adalah perusahaan yang masih terbilang baru dan masih berkembang. Pernahkah kalian terpikir untuk bekerja di perusahaan startup? Perusahaan startup menawarkan banyak hal yang belum kamu ketahui. Supaya nggak bingung yuk simak 5 keuntungan kerja di perusahaan startup?   Punya Banyak Kesempatan Belajar Jika kamu bekerja di Perusahaan startup yang masih merintis dan berkembang kamu punya banyak kesempatan untuk belajar, karena kamu akan di libatkan dalam setiap langkah perkembangan perusahaan. Jangan pernah takut bertanya jika tidak mengerti, karena teman atau atasanmu akan mengapresiasi pertanyaanmu. Lebih baik mengerti sedikit dibandingkan salah mengerti.   Teman Kerja Sebaya Biasanya perusahaan startup diisi dengan anak-anak muda yang sebaya dengan kamu. Lingkungan kerjamu tidak akan jauh berbeda dengan tempat nongkrong atau mungkin kampusmu. Biasanya perusahaan lebih banyak merekrut anak muda karena ide-idenya yang masih fresh dan cemerlang. Jika kamu berminat masuk ke perusahaan startup hal ini akan menjadi salah satu keuntunganmu, karena kamu tidak akan sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru.   Kreativitasmu Akan di Apresiasi Sebagai anak muda sudah pasti kamu mempunyai ide-ide cemerlang yang mungkin saja belum terpikirkan oleh atasanmu. Di perusahaan startup, semua idemu jika itu bermanfaat untuk perusahaan dan orang lain tentu saja akan di apresiasi. Tidak melulu ikuti kebijakan perusahaan yang ada justru idemulah yang sangat bermanfaat untuk perusahaan.   Bekerja Pakai Baju Santai Kebanyakan perusahaan startup tidak terlalu mementingkan seragam perusahaan, kamu nggak perlu pusing-pusing memikirkan pakaian seperti seragam atau baju kantoran yang pastinya kurang nyaman untuk anak muda. Pakaian yang kamu suka bisa dipakai saat ke kantor, karena kebanyak perusahaan startup tidak memikirkan apa yang kamu pakai hari ini tapi apa idemu untuk hari ini?   Kamu Akan Jadi Bagian Dari Kesuksesan Jika kamu bekerja di perusahaan startup, kamu akan terus menelurkan ide-ide yang berguna untuk perkembangan perusahaan. Jika ide kamu diterima dan berhasil kamu sudah pasti menjadi bagian dari kesuksesan perudahaan tersebut. Bekerja di perusahaan startup memang jangan terlalu berharap mendapatkan gaji seperti perusahaan besar, tetapi ada hal lain yang lebih besar dari gaji, yaitu pengalaman berharga.   Perusahaan Startup memberikan peluang kepada kamu yang baru masuk kedalam dunia kerja dan belum meiliki pengalaman. Jangan pernah meragukan perusahaan startup karena dari mereka kamu bisa belajar dan dapat pengalaman banyak. Siapa tau suatu saat nanti kamu bisa membuat startup juga. Jangan pernah menyerah ya Sahabat TopKarir!
Komentar