Pencari Karir Pencari Kandidat

Mengenal Freelance : Kerja Fleksibel Tanpa Harus Ngantor

24 Maret 2021 20:03 4040 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 4 KALI DIBAGIKAN

Sebelum masuknya generasi milenial dalam ranah ketenagakerjaan, gambaran umum bekerja itu duduk di kantor, menghadap komputer, datang jam 9 pagi dan pulang jam 5 sore. Tapi di era milenial sekarang ini, praktik kerja kian beragam. Kamu pasti kenal dengan salah satunya yakni freelance. Freelance / tenaga lepas adalah jenis praktik kerja yang tidak terikat kontrak / ikatan resmi dengan perusahaan. Tuntutan kerja freelance biasanya hanya berupa project yang harus diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat.

 

Orang yang bekerja freelance disebut dengan freelancer (tenaga lepas). Freelancer harus bisa menjadi bos untuk dirinya sendiri. Mereka bebas mengatur waktu dan tempat kerjanya sesuai kebutuhan asalkan project yang sudah disepakati dapat terselesaikan sesuai waktu yang diberikan.

 

Ada dua jenis freelance yang perlu kamu tahu, full-time freelancer dan part-time freelancer. Full-time freelancer adalah seseorang yang bekerja dan mendapatkan penghasilan utama dari kerja freelance. Sedangkan part-time freelancer yakni seseorang yang menjadikan kerja freelance sebagai sampingan demi mendapatkan penghasilan tambahan.

 

Contoh kerja freelance

 

Kerja freelance biasanya dilakukan secara online / jarak jauh tergantung jenis pekerjaan dan kesepakatan dengan klien. Pekerjaan freelance sangat beragam, utamanya berkaitan dengan bidang teknologi dan digital. Berikut beberapa pekerjaan yang menjadi ranah para pekerja lepas.

 

  • Copywriter
  • Content writer (penulis konten)
  • Guru les privat
  • Desain grafis
  • Translator (penerjemah)
  • Consultant
  • IT (website developer, app developer, programmer, full stack developer, web maintenance dll)
  • Foto dan videografer
  • Event

 

Keuntungan menjadi freelancer

 

Buat kamu yang mulai tertarik pada jenis pekerjaan ini, banyak banget lho keuntungan yang bisa kamu dapat dengan menjadi seorang freelancer. Berikut beberapa keuntungannya.

 

Kerja sesuai passion

Siapa sih yang nggak mau kerja sesuai minat dan keahlian yang dimiliki? Kalau kamu memilih kerja freelance, kamu bisa fokus mengerjakan pekerjaan yang dasarnya kamu sukai. Dengan begitu kerja jadi lebih bersemangat dan nggak mudah nyerah.

 

Fleksibilitas kerja

Fleksibilitas jadi salah satu alasan utama kenapa banyak anak muda yang memilih menjajakan kemampuannya di dunia freelance. Jadi freelancer itu nggak harus pergi pulang ngantor, pakai pakaian formal dan bebas kerja dimanapun sesuai kebutuhan.

 

Relasi yang lebih luas

Kalau kamu sudah punya jam terbang yang lumayan tinggi sebagai freelancer, koneksimu akan semakin bertambah. Kamu akan mengenal banyak profesional di berbagai perusahaan yang pernah bekerja sama. Jika kamu bisa menjaga relasi dengan baik, kamu jadi punya reputasi yang tinggi di mata perusahaan, hal ini akan mempermudah jalan karir kamu kedepannya.

 

Berpenghasilan tinggi

Pendapatan seorang freelancer memang fluktuatif atau berubah ubah, bisa besar, bisa juga kecil tergantung ketersediaan project dan keinginan kita mengambil sebuah project. Tapi kalau kamu bisa berhasil menguasai diri dan lebih ahli di bidang yang kamu kuasai dengan jam terbang yang tinggi, jenis pekerjaan ini bisa jadi sumber penghasilan yang menjanjikan untuk masa depan.

 

Keseimbangan karir dan kehidupan pribadi

Kebebasan seorang freelancer membuat mereka punya kendali mengatur waktunya sendiri. Kamu bisa menentukan sendiri waktu liburmu untuk sekedar berkumpul bersama keluarga atau berwisata. Tentunya hal ini nggak akan bisa didapatkan kalau kerja kantoran.

 

 Kerja Freelance VS Kantoran

 

Tips sukses menjadi freelancer

 

Spesifik di satu bidang keahlian

Sebagai freelancer kamu harus bisa menjual keahlian pada calon klien. Portofolio dengan hasil karya dan pengalaman yang menarik menjadi magnet bagi perusahaan untuk memilih kamu dalam sebuah project. Untuk itu kamu harus menemukan dan mengembangkan bidang keahlian yang spesifik sesuai minat bakat kamu. Perusahaan akan melihat spesialisasi kamu sebelum memutuskan kerja sama.

 

Mulai sejak masih menjadi pekerja tetap

Coba memulai karir freelance kamu dengan menjadi part-time freelancer. Kalau kamu saat ini masih berstatus pekerja tetap di perusahaan, jangan gegabah mengambil langkah untuk resign demi menjadi full-time freelancer. Kamu perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru dan cara kerja pekerja lepas. Menjadi bos untuk diri sendiri bisa jadi petaka kalau pada kenyataannya kamu belum bisa mandiri mengontrol pekerjaan dengan baik.

 

Bangun kredibilitas

Kredibilitas berhubungan dengan kepercayaan perusahaan. Kalau kamu sudah memutuskan untuk terjun ke dunia freelance, kredibilitas wajib kamu bangun. Karena bekerja secara independen tanpa membawa nama perusahaan, kamu harus lebih ekstra membangun kepercayaan klien. Kredibilitas bisa kamu bangun melalui hasil kerja, tanggung jawab dan komunikasi.

 

Terus belajar dan kembangkan keahlian

Sebagai freelancer kamu mau terus belajar dan mengembangkan keahlian. Jangan gampang puas dengan apa yang sudah kamu kuasai saat ini. Ikuti terus perkembangan informasi dan pengetahuan untuk mendapatkan peluang karir freelance yang lebih besar. Terlebih persaingan di ranah freelance sangat ketat, kamu harus bisa unggul untuk bisa menjadi yang terbaik. Untuk memperluas wawasan dan memperdalam keterampilanmu, kamu bisa ikuti Pelatihan dan Sertifikasi sesuai bidang yang kamu mau melalui aplikasi TopKarir.

 

Temukan platform freelance yang tepat

Karena komunikasi antara freelancer dan perusahaan dilakukan secara tidak langsung, pasti ada kekhawatiran kalau perusahaan lari dari tanggung jawab untuk memberi upah. Hal ini nggak akan terjadi kalau kamu memilih situs freelance yang tepat. Pilihan tepat dan terpercaya untuk mengembangkan karir kamu di dunia freelance ada di fitur terbaru dari TopKarir yakni TopKarir Freelance. Selain freelance, tersedia juga lowongan volunteer untuk kamu yang mau berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekaligus mengasah keterampilan kerja dan organisasi. Yuk mulai bangun karir freelance sesuai bidang keahlianmu di TopKarir Freelance.



Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Merekrut Freelancer Berkualitas untuk Perusahaan Anda

Tips Merekrut Freelancer Berkualitas untuk Perusahaan Anda

Di era digital dan masa pandemi seperti sekarang ini, merekrut karyawan freelance bisa menjadi pilihan yang tepat. Kondisi perusahaan yang belum stabil mengharuskan kita untuk menekan pengeluaran termasuk juga dalam hal penggajian karyawan. Biasanya upah freelancer tidak terlalu memakan biaya besar sehingga bisa menghemat kas perusahaan. Maka tidak ada salahnya mempekerjakan karyawan freelance untuk membantu menyelesaikan project tertentu baik skala kecil maupun skala besar.   Namun memilih pekerja freelance yang berkualitas bukanlah perkara yang mudah, tidak jauh berbeda dengan menyeleksi karyawan tetap. Bagaimana tips jitu menemukan freelancer yang baik untuk bergabung dengan project perusahaan Anda? Berikut ulasan lengkapnya.   Pastikan portofolio dan track record-nya baik Pastikan kandidat freelance pilihan Anda memiliki keterampilan yang spesifik di suatu bidang. Cek portofolio/kumpulan karya yang mereka punya, lalu sesuaikan dengan kebutuhan project yang Anda tawarkan. Cari tahu juga, bagaimana track record (rekam jejak) kandidat freelancer yang akan Anda pilih, apakah kinerjanya memuaskan dengan klien sebelum-sebelumnya? Begitupun dengan sikap dan profesionalitas yang dimiliki.    Pastikan ia mempunyai skill komunikasi yang baik Freelancer yang menawarkan diri ke perusahaan Anda datang dari berbagai daerah, maka Anda harus sangat teliti dan selektif memilih freelancer untuk dipekerjakan. Pastikan ia mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, efektif dan fast response (cepat tanggap). Sebab, Anda akan lebih sering berinteraksi jarak jauh secara virtual bahkan sama sekali tidak bertatap muka secara langsung.   Komunikasi yang dilakukan secara virtual membutuhkan effort yang lebih, Anda dan freelancer harus bisa berinteraksi secara efektif dan menghindari miskomunikasi agar hasil kerja yang diberikan sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Kemampuan komunikasi yang baik juga membuat freelancer mudah menyampaikan pendapat dan ide-idenya untuk menghasilkan kinerja yang memuaskan bagi perusahaan Anda.   Pastikan identitas kandidat lengkap Masalah klasik yang sering dilakukan oleh freelancer adalah sulit dihubungi. Memang tidak semua freelancer melakukan kesalahan ini, namun Anda harus tetap selektif agar kasus semacam ini tidak terjadi di perusahaan Anda. Untuk mengantisipasi pekerja freelance memenuhi tanggung jawabnya sama project selesai, pastikan Anda memiliki identitasnya secara lengkap. Minimal kita memiliki kartu identitas dan nomor telepon/seluler yang aktif.   Hal ini ditujukan agar perusahaan Anda terhindar dari orang-orang yang lari dari tanggung jawab dan kesepakatan kerja yang sudah ditentukan. Pastinya perusahaan Anda tidak ingin merugi akibat membayar freelancer yang pergi sebelum project selesai dibuat dan hasil yang sesuai harapan.   Lakukan social media background check Social media background check tidak hanya dilakukan untuk menyeleksi karyawan tetap, namun juga efektif diterapkan sebelum merekrut pekerja freelance. Anda dapat memantau aktifitas kandidat melalui media sosial yang mereka miliki. Dari situ Anda bisa melihat kemampuannya berkomunikasi, hasil karya yang dibuat, keterampilan menulis, kemampuan bersosialisasi sampai sikap yang ditunjukkan dalam menanggapi informasi.   Temukan lewat platform freelancer terbaik Menemukan pekerja freelance memang agak tricky, namun Anda bisa dengan mudah menyeleksi dan menemukan kandidat terbaik dengan bantuan platform freelance yang tepat. Di TopKarir, Anda dapat mengiklankan lowongan freelance yang dibutuhkan, dan menyeleksi kandidat lebih mudah. Kelebihannya, Anda bisa langsung memilih dan mewawancarai kandidat freelancer secara virtual, tanpa perlu repot mempersiapkan interview offline.   Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda di TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.
Sukses Mengembangkan Bisnis dengan Mengandalkan Jasa Freelancer

Sukses Mengembangkan Bisnis dengan Mengandalkan Jasa Freelancer

Freelancer kini tengah menjadi tren di kalangan Milenial, sistem kerjanya yang fleksibel menjadi magnet yang kuat bagi mereka untuk beralih atau sekedar mencari penghasilan tambahan. Mereka ingin mengembangkan kompetensinya, mendalami bidang yang disukai dan menjadi bos untuk dirinya sendiri.   Majalah Forbes mengungkapkan jika Milenial keberatan jika bekerja selama 40 jam dalam seminggu. Generasi ini sangat menginginkan keseimbangan antara bekerja dan bermain. Milenial ingin bekerja dengan perusahaan yang memberikan fleksibilitas supaya gaya hidup mereka bisa tetap berjalan. Melihat fenomena ini, perusahaan harus bisa menyesuaikan diri dengan memberikan kesempatan kepada Milenial untuk bergabung sebagai pekerja lepas. Perusahaan bisa memberikan peluang karir melalui kerja freelance sekaligus memberi keuntungan untuk perusahaan itu sendiri.   Berikut TopKarir rangkum 4 kiat sukses mempekerjakan freelancer untuk perkembangan bisnis Anda.   Menentukan situs pencarian freelancer terbaik Langkah pertama, Anda harus memilih platform pencarian kandidat yang tepat. Anda bisa langsung menemukan kandidat freelancer terbaik di TopKarir Freelance. Ribuan anak muda yang terampil di berbagai bidang seperti marketing, developer, administrasi keuangan, desainer, kepenulisan dan masih banyak lagi tersedia di TopKarir Freelance. Anda akan mendapatkan kemudahan mengakses profil, mengetahui pengalaman dan rekam jejak kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Dilengkapi fitur chatting, Anda akan dengan mudah memberi berkomunikasi dan berdiskusi langsung dengan freelancer terpilih.   Pilih freelancer berdasarkan pengalaman dan personalitinya Untuk menemukan freelancer yang akan bekerja sama dengan perusahaan Anda, hal yang perlu dilakukan adalah background checking. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengalaman yang dimiliki kandidat freelance, dan cocok tidaknya dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Selain itu Anda juga bisa menilai sikap dan profesionalitasnya melalui rating yang diberikan klien sebelumnya kepada freelancer. Atau Anda dapat menelusuri media sosialnya untuk membaca karakter dan kemampuannya dalam beradaptasi.   Diskusi dan evaluasi setiap tugas dari project yang berjalan Anda harus bisa menyampaikan tugas kepada freelancer secara detail. Jika perlu buka forum diskusi untuk saling berbagi pendapat dan masukan. Setiap freelancer menyelesaikan tugasnya, jangan lupa memberikan feedback berdasarkan proses dan hasil kerja. Komunikasikan dengan baik hal apa yang kurang dan harus dipertahankan. Dengan begitu freelancer dapat memaksimalkan kinerjanya kedepan. Jangan lupa apresiasi hasil yang diberikan freelancer jika sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi perusahaan.   Bangun kedekatan dengan freelancer Membangun hubungan yang baik dengan freelancer sejak awal sampai project selesai bisa menguntungkan kedua belah pihak. Dilansir laman entrepreneur.com semua karyawan akan merasa puas dengan pekerjaannya ketika perusahaan juga menghargai semua pekerja dari berbagai level, termasuk freelancer. Jika kinerja freelancer memuaskan dan Anda bisa membangun koneksi yang baik dengannya, kemungkinan besar freelancer mau kembali bekerja sama untuk project freelance selanjutnya.   Itu tadi 4 kiat sukses membangun bisnis dengan mengandalkan freelancer. Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.  
Komentar