Pencari Karir Pencari Kandidat

Menjaga Motivasi Kerja Selama Bulan Ramadan

24 Maret 2021 20:03 Pembekalan Karir 2017 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Saat bulan puasa wajar tubuh jadi lebih lemas dan kurang berenergi, tapi hal itu bukan jadi alasan aktivitas kamu seharian cuma tidur-tiduran. Apalagi buat kamu yang masih harus bekerja selama bulan puasa, semangat dan motivasi menjalani hari harus terus melekat di dalam diri. Terlebih pekerjaan yang dilakukan di bulan Ramadan jika kita ikhlas dan sepenuh hati menjalankannya, akan dihitung sebagai pahala ibadah yang besar. Seperti yang tertulis dalam hadist berikut ini.

 

Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari no. 56)

 

Nah, agar tetap maksimal dalam bekerja perlu adanya motivasi yang bisa kamu dapat dengan melakukan hal-hal di bawah ini.

 

Menjaga waktu tidur

Perbaiki jadwal tidur kamu, terutama yang punya kebiasaan tidur larut malam. Cobalah tidur lebih awal, karena kamu juga harus bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sahur. Jam tidur yang baik saat Ramadan bisa menjadi kebiasaan yang akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Sesudah sholat subuh, usahakan untuk tidak tidur lagi, karena malah akan membuat kamu merasa lesu setelahnya. Sebaiknya isi dengan kegiatan olahraga ringan atau aktivitas lain yang membangunkan energi.

 

Makan sahur yang cukup

Selama bulan Ramadan berbuka dan sahur adalah waktu untuk mengisi ulang energi. Saat sahur makanlah dengan porsi dan gizi yang cukup, karena jika berlebihan malah bikin mudah mengantuk dan tidak berenergi. Pilih menu yang seimbang antara protein, karbohidrat dan serat dalam satu santapan sahur. Makanan yang mengandung serat akan membuat kamu kenyang lebih lama. Nggak ketinggalan konsumsi sayur dan buah ya!

 

Hindari kafein

Di hari biasa, kafein bisa membantu kamu terhindar dari rasa kantuk. Selama berpuasa hindari kebiasaan mengkonsumsi kopi, karena kandungan kafein di dalamnya dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu juga beresiko menimbulkan masalah pencernaan lain, seperti asam lambung.

 

Pastikan badan tetap bergerak

Motivasi kerja saat puasa mudah menurun jika badan kurang bergerak. Buat kamu yang bekerja di depan komputer terlalu lama, tentu rasa ngantuk, lemas dan malas akan mudah datang. Jika merasakan hal ini, berdiri dan lakukan gerakan ringan sejenak. Misal saja berjalan ke kamar mandi, melakukan peregangan, mencuci muka atau beribadah sunnah. Hal ini akan membuat badan kamu lebih fresh dan memastikan motivasi kerja kamu nggak turun.

 

Perbanyak kegiatan ibadah

Ramadan adalah bulan yang tepat untuk meningkatkan keimanan. Menyeimbangkan kegiatan ibadah dengan bekerja akan membuat hati dan pikiranmu menjadi lebih tenang. Sempatkan untuk sholat Dhuha atau membaca ayat suci Al-Quran saat waktu istirahat kerja. Kegiatan ini selain menambah nilai pahala juga menyegarkan pikiran dari penatnya rutinitas kerja.

 

Menjaga komunikasi

Menjaga komunikasi dengan rekan, teman dan keluarga juga menjadi salah satu sumber motivasi kerja. Selain sebagai kewajiban sebagai manusia, menjaga silaturahmi dan berhubungan baik akan membuka pikiran dan wawasan yang juga akan berdampak pada hasil pekerjaan. Sekedar berbincang ringan atau melepas tawa bersama teman-teman membuat pikiran jadi lebih segar.

 

Itu tadi 6 tips membangun motivasi kerja selama bulan Ramadan. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar