Pencari Karir Pencari Kandidat

Pendaftaran Beasiswa BCA 2021 untuk Berbagai Jenjang

29 Juli 2021 12:07 6498 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 31 KALI DIBAGIKAN

Apa itu Beasiswa BCA?

Merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility, beasiswa BCA ditujukan kepada para lulusan SMA/SMK/sederajat yang berprestasi. Beasiswa ini diberikan dalam bentuk Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP) dan Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI) yang diselenggarakan oleh BCA.

 

Durasi dan Tempat

  • Program berlangsung selama 2.5 Tahun
  • Bertempat di BCA Learning Institute
  • Senin - Jum’at pukul 08.00 - 17.00

 

Apa yang kamu dapat dari Beasiswa BCA?

  • Disediakan buku pelajaran sepanjang program pembelajaran berlangsung dan laptop (khusus untuk PPTI)
  • Bebas biaya pendidikan dan mendapatkan uang saku bulanan
  • Mendapatkan kesempatan magang dan penawaran kerja BCA
  • Dormitory, Shuttle Bus, dan mendapatkan makan siang

 

Tentang Beasiswa BCA

Saat ini, beasiswa BCA memiliki 2 program, yaitu Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP) dan Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI). Untuk lebih jelasnya, kamu dapat membaca lebih lanjut informasi pada halaman Info & Artikel

1. Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI)

Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI) berlangsung selama 30 bulan, ditujukan bagi lulusan SMA dari jurusan IPA / SMK dari jurusan yang berkaitan dengan teknik informatika yang berprestasi dan memiliki minat di bidang Teknik Informatika. Selain kegiatan belajar yang dilakukan di kelas, peserta juga wajib mengikuti program on the job training di unit kerja BCA, mendapatkan pembekalan soft skill, seperti kepemimpinan, kerja tim, pembentukan karakter dan perencanaan keuangan.

Program ini tidak memiliki ikatan dinas. Namun setelah lulus program, para peserta akan berkesempatan mendapatkan penawaran kerja di BCA.

 

Kualifikasi

  • Warga negara Indonesia
  • Siswa/i kelas XII atau lulusan SMA (jurusan IPA) /SMK (jurusan yang berkaitan dengan Teknik Informatika)
  • Usia maksimum 19 tahun saat mendaftar
  • Rata-rata nilai rapor kelas X s/d XII minimal 7,50*
  • Rata-rata nilai matematika atau nilai produktif minimal 7,50
  • Tidak pernah tinggal kelas dari SD-SMA/SMK
  • Tidak pernah terlibat narkoba dan pelanggaran hukum lainnya
  • Lulus dalam proses seleksi.

 

2. Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP)

Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP) berlangsung selama 30 bulan, ditujukan bagi lulusan SMA / SMK yang berprestasi dari seluruh jurusan dan memiliki minat di bidang Bisnis dan Perbankan. Selain kegiatan belajar yang dilakukan di kelas, peserta juga wajib mengikuti program on the job training di unit kerja BCA, mendapatkan pembekalan soft skill, seperti kepemimpinan, kerja tim, pembentukan karakter dan perencanaan keuangan.

Program ini tidak memiliki ikatan dinas. Namun demikian, peserta diberikan kesempatan untuk bekerja di BCA selepas menyelesaikan program tersebut, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kualifikasi

  • Warga negara Indonesia
  • Siswa/siswi kelas XII / lulusan SMA/SMK 
  • Usia maksimum 19 tahun saat mendaftar
  • Rata-rata nilai rapor kelas X s/d XII minimal 7,50*
  • Rata-rata nilai Matematika (SMA IPA,IPS) atau Nilai Produktif (khusus SMK) minimal 7,50
  • Tidak pernah tinggal kelas dari SD-SMA/SMK
  • Tidak pernah terlibat narkoba dan pelanggaran hukum lainnya
  • Lulus dalam proses seleksi

 

Pendaftaran

Beasiswa BCA dibuka pada 3 Mei 2021 - 31 Agustus 2021

Info selengkapnya: https://karir.bca.co.id/beasiswa-bca

 

   
Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Sedikit Beda dan Unik, Kenali Treatment Khusus untuk Karyawan Milenial

Sedikit Beda dan Unik, Kenali Treatment Khusus untuk Karyawan Milenial

Secara sederhana Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan milenial sebagai kelompok generasi dalam rentang usia 20-34 tahun. Pada tahun 2019 saja jumlah generasi milenial diperkirakan mencapai 23,77 persen dari total 267 juta jiwa penduduk Indonesia. Survei IDN Research Institute bekerjasama dengan Alvara Research Center di 12 kota besar di Indonesia menunjukkan generasi milenial Indonesia yang sudah melek internet terhitung 94,4%, bahkan sebagian besar kehidupannya sudah tergantung dengan internet.   Tumbuh dan berkembang di tengah arus teknologi digital, generasi milenial memiliki kebiasaan pola pikir dan gaya hidup yang berbeda dibanding generasi-generasi sebelumnya, mereka menyukai kebebasan, sesuatu yang instan, akrab dengan internet dan gadget. Dalam bursa tenaga kerja, kelompok milenial sudah mendominasi jumlah angkatan kerja di Indonesia. Namun karakteristik yang terkesan unik dan beda membuat perusahaan perlu menyesuaikan diri dalam mempekerjakan karyawan milenial.   Menurut Novi Triputra, Direktur Sumber Daya Manusia PT. Deloitte Konsultan Indonesia, milenial dikenal sebagai generasi dengan angka turnover (pergantian pegawai) yang cukup tinggi yakni 10%, angka ini juga dialami perusahaan startup sebagai perusahaan yang banyak diminati kaum milenial. Fleksibilitas yang diinginkan generasi milenial, membuat perusahaan harus pintar-pintar beradaptasi agar semakin akrab dengan generasi ini. Selain penuh tantangan, generasi milenial punya potensi besar dalam memajukan perekonomian. Lalu bagaimana cara memperlakukan karyawan dari generasi milenial untuk bisa bekerja sama mencapai tujuan perusahaan Anda? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.   Leader lebih disukai milenial dibanding bos Milenial dikenal sebagai generasi yang tidak suka diatur dan idealis. Mereka berani menolak dan berargumen untuk hal-hal yang dianggap tidak sesuai menurut sudut pandangnya. Sosok bos yang otoriter bukan jenis pemimpin yang disukai milenial. Melainkan sosok leader yang mampu menjadi pembimbing dan mentor akan membuat milenial semakin betah bekerja. Jadi hadirkan sosok leader yang mampu memimpin sekaligus memberikan pembelajaran dibanding hanya memerintah.   Suguhkan fleksibilitas Penelitian yang dilakukan Bentley University menunjukkan kalau 77% generasi milenial merasa lebih produktif bekerja jika diberikan jam kerja yang fleksibel. Karena itu untuk mempertahankan karyawan milenial, Anda harus memberikan keleluasaan kerja, seperti jam kerja yang lebih fleksibel karena milenial cenderung alergi dengan sistem kerja konvensional 9 - 5.   Bangun lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan Lingkungan kerja yang santai dan nyaman akan menambah semangat dan menyegarkan proses berpikir milenial. Fasilitas yang memadai juga membuat milenial semakin produktif dan betah di tempat kerja. Generasi milenial umumnya punya semangat tinggi dan lebih aktif, Anda bisa membuat beberapa acara dengan mengambil sebagian waktu tanpa mengusik produktivitas mereka. Membuat game internal bisa jadi ide seru untuk mengembalikan energi dan memupuk kekompakan antar karyawan di perusahaan Anda.   Milenial membutuhkan variasi pekerjaan Hindari memberikan karyawan milenial pekerjaan yang monoton dan rutin, sebab mereka lebih menyukai pekerjaan yang bervariasi. Sifatnya yang mudah bosan, bisa Anda sikapi sebagai hal yang positif karena mereka jadi lebih terbuka pada tantangan. Memberikan banyak pengalaman kerja jadi salah satu alasan milenial untuk tetap bertahan di perusahaan Anda.   Adakan forum diskusi rutin Jika Anda mempekerjakan milenial, sebaiknya perusahaan lebih sering membuka forum diskusi untuk menampung pemikiran kritis yang dimiliki milenial. Keterbukaan milenial terhadap beragam informasi lewat perangkat digital, menjadikan mereka punya wawasan yang lebih luas dan cara pandang yang beragam. Hal ini menguntungkan perusahaan anda untuk menghasilkan ide-ide segar demi mendorong kemajuan perusahaan.   Itulah 5 treatment khusus untuk karyawan milenial di perusahaan Anda. Milenial adalah aset berharga untuk memajukan bangsa, potensi besar yang mereka punya harus terus dikembangakan sebagai salah satu tanggung jawab perusahaan.   Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.
Tekanan Pekerjaan Adalah Pelajaran Berharga Untuk Generasi Milenial

Tekanan Pekerjaan Adalah Pelajaran Berharga Untuk Generasi Milenial

Menghadapi tekanan pekerjaan adalah pelajaran berharga untuk generasi milenial. Hal ini dikarenakan secara karakteristik generasi milenial memiliki keunikan tersendiri dalam hal pekerjaan. Mulai dari kebiasaan hidup bergantung dengan sosial media hingga selalu pergi hangout selepas pulang kerja. Seharusnya sadar bahwa tekanan pekerjaan adalah pelajaran berharga untuk generasi milenial. Berikut adalah alasan mengapa tekanan pekerjaan mampu menjadi pelajaran berharga   Mampu Menjadi Pribadi yang Kuat   Kamu harus menyadari sebagai entry level masih banyak yang harus dipelajari. Jika dianalogikan kamu sebagai lembaran kertas putih yang harus setiap saat dituangkan tinta. Artinya kamu sebagai individu yang belum memahami industri dan siap menjadi ekspertise dalam industri.   Jiwa yang Sabar Dalam Segala Hal   Kamu sangat cocok untuk mendapatkan tekanan pekerjaan. Fungsinya adalah untuk menjadikan kamu individu yang memiliki jiwa yang sabar. Jangan pernah melawan tekanan pekerjaan, ikutilah layaknya arus air mengalir. Tanpa tantangan, tidak akan terbentuk jiwa yang sabar.   Mampu Keluar Dari Zona Nyaman   Kamu akan merasakan sebuah proses keluar dari zona nyaman kamu. Sebenarnya proses tekanan pekerjaan merupakan therapy shocked  yang diberikan agar menjadi pribadi yang baru dan mampu menemukan ritme pekerjaan sesungguhnya.   Belajar Time Management   Kamu tentunya akan semakin lihai dalam menyusun waktu. Tekanan pekerjaan biasanya mengarah terhadap efektif dan efisiensi dalam penggunaan waktu. Dengan ini kamu mampu mengatur waktu dengan baik untuk memulai seluruh pekerjaan yang akan kamu kerjakan   Mengajak Kamu Berpikir Positif   Dalam menghadapi tekanan pekerjaan, alangkah baiknya kamu menghadapinya dengan memiliki pemikiran yang positif. Artinya kamu dapat menerimanya tanpa ada keluhan dan berpikiran negatif tentang sikap atasan kamu. Dengan selalu berpikir positif kamu bisa menerapkan dalam segala hal.   Mampu Beradaptasi dan Berkoordinasi   Dengan adanya tekanan pekerjaan kamu juga belajar dan mampu untuk beradaptasi sekaligus berkoordinasi dengan teman kerja. Apalagi sistem pekerjaan kamu saling berkaitan dengan divisi yang satu dengan divisi yang lainnya. Dengan ini kamu juga akan mampu menjalin hubungan baik dengan teman kerja.     
Komentar