Pencari Karir Pencari Kandidat

Sedikit Beda dan Unik, Kenali Treatment Khusus untuk Karyawan Milenial

24 Maret 2021 20:03 2925 KALI DIBACA 1 KOMENTAR 20 KALI DIBAGIKAN

Secara sederhana Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan milenial sebagai kelompok generasi dalam rentang usia 20-34 tahun. Pada tahun 2019 saja jumlah generasi milenial diperkirakan mencapai 23,77 persen dari total 267 juta jiwa penduduk Indonesia. Survei IDN Research Institute bekerjasama dengan Alvara Research Center di 12 kota besar di Indonesia menunjukkan generasi milenial Indonesia yang sudah melek internet terhitung 94,4%, bahkan sebagian besar kehidupannya sudah tergantung dengan internet.

 

Tumbuh dan berkembang di tengah arus teknologi digital, generasi milenial memiliki kebiasaan pola pikir dan gaya hidup yang berbeda dibanding generasi-generasi sebelumnya, mereka menyukai kebebasan, sesuatu yang instan, akrab dengan internet dan gadget. Dalam bursa tenaga kerja, kelompok milenial sudah mendominasi jumlah angkatan kerja di Indonesia. Namun karakteristik yang terkesan unik dan beda membuat perusahaan perlu menyesuaikan diri dalam mempekerjakan karyawan milenial.

 

Menurut Novi Triputra, Direktur Sumber Daya Manusia PT. Deloitte Konsultan Indonesia, milenial dikenal sebagai generasi dengan angka turnover (pergantian pegawai) yang cukup tinggi yakni 10%, angka ini juga dialami perusahaan startup sebagai perusahaan yang banyak diminati kaum milenial. Fleksibilitas yang diinginkan generasi milenial, membuat perusahaan harus pintar-pintar beradaptasi agar semakin akrab dengan generasi ini. Selain penuh tantangan, generasi milenial punya potensi besar dalam memajukan perekonomian. Lalu bagaimana cara memperlakukan karyawan dari generasi milenial untuk bisa bekerja sama mencapai tujuan perusahaan Anda? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

 

Leader lebih disukai milenial dibanding bos

Milenial dikenal sebagai generasi yang tidak suka diatur dan idealis. Mereka berani menolak dan berargumen untuk hal-hal yang dianggap tidak sesuai menurut sudut pandangnya. Sosok bos yang otoriter bukan jenis pemimpin yang disukai milenial. Melainkan sosok leader yang mampu menjadi pembimbing dan mentor akan membuat milenial semakin betah bekerja. Jadi hadirkan sosok leader yang mampu memimpin sekaligus memberikan pembelajaran dibanding hanya memerintah.

 

Suguhkan fleksibilitas

Penelitian yang dilakukan Bentley University menunjukkan kalau 77% generasi milenial merasa lebih produktif bekerja jika diberikan jam kerja yang fleksibel. Karena itu untuk mempertahankan karyawan milenial, Anda harus memberikan keleluasaan kerja, seperti jam kerja yang lebih fleksibel karena milenial cenderung alergi dengan sistem kerja konvensional 9 - 5.

 

Bangun lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan

Lingkungan kerja yang santai dan nyaman akan menambah semangat dan menyegarkan proses berpikir milenial. Fasilitas yang memadai juga membuat milenial semakin produktif dan betah di tempat kerja. Generasi milenial umumnya punya semangat tinggi dan lebih aktif, Anda bisa membuat beberapa acara dengan mengambil sebagian waktu tanpa mengusik produktivitas mereka. Membuat game internal bisa jadi ide seru untuk mengembalikan energi dan memupuk kekompakan antar karyawan di perusahaan Anda.

 

Milenial membutuhkan variasi pekerjaan

Hindari memberikan karyawan milenial pekerjaan yang monoton dan rutin, sebab mereka lebih menyukai pekerjaan yang bervariasi. Sifatnya yang mudah bosan, bisa Anda sikapi sebagai hal yang positif karena mereka jadi lebih terbuka pada tantangan. Memberikan banyak pengalaman kerja jadi salah satu alasan milenial untuk tetap bertahan di perusahaan Anda.

 

Adakan forum diskusi rutin

Jika Anda mempekerjakan milenial, sebaiknya perusahaan lebih sering membuka forum diskusi untuk menampung pemikiran kritis yang dimiliki milenial. Keterbukaan milenial terhadap beragam informasi lewat perangkat digital, menjadikan mereka punya wawasan yang lebih luas dan cara pandang yang beragam. Hal ini menguntungkan perusahaan anda untuk menghasilkan ide-ide segar demi mendorong kemajuan perusahaan.

 

Itulah 5 treatment khusus untuk karyawan milenial di perusahaan Anda. Milenial adalah aset berharga untuk memajukan bangsa, potensi besar yang mereka punya harus terus dikembangakan sebagai salah satu tanggung jawab perusahaan.

 

Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Webinar Pemberdayaan Dan Kemitraan Untuk Membangun Jaringan Distribusi

Webinar Pemberdayaan Dan Kemitraan Untuk Membangun Jaringan Distribusi

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan Mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI” Webinar Seri Industri Agrobisnis dengan judul PEMBERDAYAAN DAN KEMITRAAN UNTUK MEMBANGUN JARINGAN DISTRIBUSI. Saat ini industri Agrobisnis semakin berpotensi di dalam bisnis, karena itu untuk anda yang punya bisnis di industri agrobisnis dalam webinar ini akan ada banyak insight menarik untuk meningkatkan usaha anda. Tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk anda yang punya usaha diluar industri agrobisnis, karena insight yang diberikan dari narasumber bisa jadi ide segar untuk meningkatkan usaha anda juga.   Dalam Seri webinar untuk UMKM dapat berbagi cerita dan mendapatkan masukan mengenai peluang pasar untuk UMKM dari para mentor dan ahli di bidangnya. Untuk Aanda yang ingin bertanya bisa mendapatkan kesempatan untuk bertanya secara Live kepada narasumber yang hadir.   Narasumber:   MATT DANALAN SARAGIHDirector PT Social Bisnis Indonesia (SOBI)   SILVERIUS OSCAR UNGGULKetua Koperasi Telapak dan Presiden Perkumpulan Telapak   Fasilitator:   DEWI MEISARICo-Founder ukmindonesia.idKetua Komite Bidang Kajian APINDO   Hosted By:   BAYU JANITRA W.CEO TopKarir Indonesia   _ SAVE THE DATE Hari, Tanggal: Rabu, 16 September 2020 Pukul: 15.00-17.00 WIB Live on Zoom & TopKarir   Link Registrationhttps://bit.ly/daftarUMKM-akademi   GRATIS!!!   Benefit:E-CertificateIlmuRelasi   Pertanyaan Webinar Minggu Lalu (Seluk Beluk Ragam Jalur Distribusi Produk Tekstil) Q: Bagaimana strategi memasarkan produk berbahan dasar limbah agar konsumen yakin produk tersebut memiliki kualitas yang baik? A: Bisa diusahakan untuk memenuhi standar nasional atau internasional, dan juga dari cara mengkomunikasikan kualitas/value proposition barangnya. Misalnya claim bahwa bahan yang dipakai adalah bahan daur ulang plastik, ada pakem-pakemnya yang disetujui oleh industri, bisa diikuti karena ada proses verifikasi kualitas, keamanan, dll. Misalnya untuk komponen materi plastik daur ulang… ada seperti ini:   Nah kode- kode yang sudah memenuhi standar bisa dicantumkan di label atau kemasan barang Anda.   Q: Bagaimana cara membuka usaha sablon dengan modal yang minim? A: Karena silaturahmi itu memperpanjang rezeki, maka Masuk ke komunitas sablon, cari key partner. Sementara jadi broker dulu sambil ngumpulin modal buat memperbesar aset alat sablon. Karena percuma juga kalau kita punya alat lengkap dan jago nyablon kalau orderannya gak ada :) Silakang kontak @pagerkaos di IG untuk silaturahmi.   Q: Bagaimana kriteria produk limbah kain yang dapat diolah Kembali?  A: Limbah padat (sisa produksi yang dihasilkan dari proses produksi).Sisa produksi yang bisa di diolah sisa benang pada kones, kain sisa (perca), isa bahan tambahan seperti bisban, tali, kerah, busa pelapis, dan cones bekas. Untuk mempermudah penting untuk mengelompokan Bahan-bahan tersebut sesuai material dan warnanya. Pakaian yang dirancang ulang menjadi baru seperti warna yang sudah usang dicelup dan ditambahkan teknik sablon diatasnya / perubahan bentuk pakaian.  P.S : ada juga limbah cair tapi tidak dipergunakan oleh Saparo   Q: Bagaimana cara memilah tanaman yang dapat diolah menjadi serat alam? A: Bisa melihat referensi di website Dewan Serat Indonesia - http://www.inafiber.id/ untuk serat-serat apa yang sudah atau sedang dikembangkan, karena prosesnya melewati riset.   Q: Bagaimana cara mengawinkan kekuatan produk tekstil  dan kekuatan digital yang membentuk jalur Distribusi Produk Tekstil sehingga marketnya bisa meningkat? A: Asumsinya teman-teman sudah punya produk dan sudah pernah menggunakan platform penjualan digital ya. Bukan dari nol.  Step 1) Mulai dengan membuat list:  Dimana target market Anda beraktifitas membeli? Bagaimana biasanya mereka dapat dicapai? Kekuatan/keunggulan Tekstilmu apa yang mau dikedepankan? cocok tidak dengan kebutuhan pasar yg Anda ingin kembangkan? Kekuatan digital yg Anda anggap kekuatan sebenarnya apa? Audience? Traffic? Bulk? Verifikasi? Kemudahan pembayaran? lalu kaji Trend untuk faktor-faktor yg anda anggap kekuatan tadi apa saja? Lakukan riset Anda, observasi kompetitor. Lalu untuk trend, coba dilihat… mana saja yg trend naik/turun/tetap, dan arah trendnya kemana? Lalu buat list lagi…. apa kelemahanmu dari sisi produk & praktek digitalnya, kalau dibandingkan dengan trend yg ada? Step 2) Renungkan/pelajari strategi “mengawinkan”nya dari hasil mapping step 1 tadi. Tanyakan pada diri Anda, mau distribusi intensif (outlet sebanyak2nya)? selektif (beberapa outlet di channel digital atau lokasi tertentu)? atau eksklusif (sangat targeted ke konsumen spesifik)?     Q: Saya sangat tertarik pada bahan serat alami. Apakah bahan-bahan serat alami tsb bisa kita gunakan? karena biasanya kan UKM belum terlalu banyak produksinya. apakah bisa bahan tersebut dibeli dengan jumlah sedikit? A: Sampai saat ini serat alam di Indonesia sudah banyak dimanfaatkan untuk industri Tekstil, Kerajinan, Home Décor dan juga untuk Komponen Otomotif. Apabila bapak/ibu ingin membeli bahan tersebut dengan jumlah sedikit bapak/ibu dapat mengunjungi outlet PT. Innatex yang dimiliki oleh Bapak Soetomo Kaoem di Jl. Cikutra no. 24 Bandung atau dapat menghubungi Ibu Kusyati di nomor 081222262463   Q: Saya ingin bertanya kepada Ibu Euis Saedah mengenai serat alam. Saya berharap brand saya bisa mengedepankan prinsip sustainable clothing, apalagi utk pembuatan gamis yg bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Bagaimana perkembangan serat alam utk penerapannya dalam produksi saya ya Bu? A: Sangat bagus jika arahannya ke serat alam. Karena serat-serat alam di Indonesia saat ini sudah banyak di budidayakan dan di proses dari benang hingga menjadi aneka kain dan bahan dari serat alam ini sangat cocok untuk produk gamis yang mengedepankan sustainable clothing. Untuk kedepannya kami Dewan Serat Alam Indonesia optimis bersama dengan pelaku bisnis serat alam dalam supply chain akan dapat mendukung industri fashion
Komentar
Aldivano Etnagara
Aldivano Etnagara
599 hari lalu
bener jugak yaaa